Pada masa kerasulan Penghulu Alam Nabi Muhammad SAW, ketika tahun-tahun akhir kerasulannya. Saat itu Kota Madinah sudah damai dan tertata rapi, kaum Yahudi dan Nasrani yang sudah berdamai diizinkan tinggal dan berusaha (Sesuai Perjanjian Madinah). Disalah satu sudut Kota Madinah yang damai, hiduplah seorang nenek Yahudi yang sudah sangat tua, mata yang buta kegiatan hari-harinya meminta-minta kepada siapa saja yang lewat di sana .

               Tetapi anehnya ketika ada orang lewat atau orang yang memberi sedekah kepadanya. Dia selalu memaki-maki dan mencela nama Muhammad. Celaan dan makian yang tak tanggung-tanggung selalu ia lontarkan, mungkin kalau kita yang mendengarnya sudah tentu marah besar pada si nenek tersebut. Tetapi yang membuat nenek itu bertahan hidup, setiap hari ada saja orang yang memberinya makan dengan cara di suapin kemulut nenek tersebut. Kejadian itu berlangsung dengan sangat lama, hingga pada suatu masa wafatlah Baginda kita Muhammad SAW orang yang selalu di cela oleh si nenek tersebut.

                   Saidina Abu Bakar adalah orang yang pertama di bai’at menjadi Khalifah dan tentunya ia mempunyai tanggung jawab yang besar terhadap Islam. Beliau ingin mengetahui apa-apa saja yang di perbuat oleh Rasul selain ibadah. Suatu hari bertannyalah Abu Bakar kepada Aisyah salah seorang Istri Nabi yang bikir, ”Ya Ummi Amirul Mukminin, apa-apa saja perbuatan yang tidak pernah di tinggalkan oleh Rasul selain ibadah?” di jawab oleh Aisyah Ra, “Ya Ayahanda, setiap harinya Rasul tidak pernah lupa membawa nasi (gandum atau kurma) ke sudut Kota Madinah dan di berikan kepada seorang nenek peminta-minta yang buta.”

              Lalu Abu Bakar Ra pergi ke tempat yang dimaksud puterinya, Beliau membawa mapan yang berisi makanan. Ketika Beliau melihat perangai nenek tersebut yang masih mencela dan menghina Muhammad tanpa hentinya, walaupun ia sudah beberapa hari tidak makan. Melihat ulah nenek tersebut, hampir saja Abu Bakar tidak jadi mendekati dan memberi mapan tersebut. Kemudian dengan sedikit hati-hati, makan yang ada di dalam mapan disuapin kepada sinenek. Tiba-tiba nenek tersebut berteriak dan menapi tangan dan jatuhlah mapan yang ada di tangan Abu Bakar.

                   Lalu Abubakar berkata kepada sinenek “Aku adalah orang yang memberi engkau makan mengapa engkau tolak?” Lalu sinenek menjawab, “Bukan, kau bukan orang yang biasa memberi aku makan, aku tau cara dan kelakuan orang yang memberi ku makan begitu lembut dan bijak. Sehingga aku bisa makan, aku tak akan makan selain makanan yang disuapin oleh orang biasa. Aku tau perlakuannya, jika dia sudah dekat aku tau kalau dia yang dating. Dia begitu lembut dan berwibawa tidak ada bandingan di dunia ini.”

                   Abu Bakar tertegun dan menangis mengingat perlakuan Rasul kepada si nenek dan perlakuan si nenek pada Rasul, walau setiap harinya zikir nenek itu adalah mencela dan menghina Muhammad. Ditengah terisaknya Abu Bakar berkata pada si nenek, ”Aku memang bukan orang yang biasa memberi engkau makan dan orang yang biasa itu sudah tiada. Beliau sudah pergi meninggalkan kita, untuk selamanya beliau adalah Penghulu kami Muhammad SAW. Mendengar tutur kata Abu Bakar yang tulus dan terbata-bata si nenek bertanya lagi, ”Siapa dia?” Abu Bakar menjawab, “Ya dia adalah Muhammad yang setiap saat kau cela dan hina, dialah yang memberimu makan setiap harinya, kami tak bisa menggantikan Beliau. Mendengar kata-kata Abu Bakar si nenek buta tersebut, tak kuasa menahan tangis dan tersungkur bersama-sama Abu Bakar yang dari tadi menangis karena haru atas apa yang telah di contohkan Rasul. Saat ituu juga.sang nenek di hadapan Abu Bakar Ra..mengucapkan dua kalimat syahadat….sungguh indah akhlak Rosul di benci..malah mengasihi..di benci malah menolong di benci malah mendoakan..kebaiakn…Aku rindu padamuw yaa Rosull..