BAGI sebagian orang, kematian merupakan sesuatu yang sangat ditakuti. Sementara bagi orang mukmin, kematian merupakan sesuatu yang dinanti. Mereka tidak mengharapkan kematian, tetapi bila kematian sudah datang pada dirinya, mereka sudah siap untuk menyambutnya. Senyum mereka mengembang, wajah mereka cerah. Kerinduan pada Rabb Sang Kekasih, tak berapa lama lagi akan terobati.

Masya Allah. Simaklah diantara janji Allah terhadap seorang mukmin dalam menghadapi sakaratul maut : Yaitu orang-orang yang diwafatkan dalam keadaan baik oleh para malaikat dengan mengatakan ( kepada mereka ) : Salaamun’alaikum, masuklah kamu ke dalam surga itu disebabkan apa yang telah kamu kerjakan. (QS. An Nahal 32). Kemudian dalam surah Yunus ayat 62-64 : Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah itu, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak pula mereka bersedih hati. Yaitu orang-orang yang beriman dan mereka selalu bertaqwa. Bagi mereka berita gembira di dalam kehidupan di dunia dan (dalam kehidupan) di akhirat.

Rasulullah SAW. bersabda : Sesungguhnya manusia mukmin ketika hendak memasuki akhirat dan meninggalkan dunia, turunlah malaikat kepadanya dengan wajah yang bersinar seperti cahaya matahari. Mereka duduk di dekat mayat sepanjang mata memandang. Lalu datanglah malaikat maut dan duduk di dekat kepalanya dan berkata.’ Hai ruh yang baik, keluarlah menuju ampunan Allah dan keridhaan-Nya. Maka keluarlah ruh itu mengalir seperti mengalirnya tetesan air dari mulut cerek. Malaikat maut mengambilnya. Apabila ia sudah mengambilnya, ia tidak membiarkannya berada di tangannya sekejab mata pun sampai ia menyimpannya di dalam kafan. Dari ruh itu keluarlah bau harum semerbak memenuhi permukaan bumi. (Ibnul Qayyim Al -Jawziyah Al Ruh hal. 44-45). Dalam hadis lain beliau SAW. bersabda : Sesungguhnya ketika seorang mukmin sedang sakaratul maut malaikat maut duduk di sebelahnya dengan sikap yang sangat merendah, layaknya seorang budak. Lalu bersama rombongannya, pelan-pelan dia berdiri, tidak mau menghampirinya sebelum mengucapkan salam dan menggembirakannya dengan kabar surga. (Bihar Anwar Jus 6 hal. 167).

Imam Shadiq RA pernah diminta orang : Tolong gambarkan kepada kami tentang kematian. Beliau menjawab : Buat seorang mukmin, mati layaknya seperti parfum terwangi yang dia cium, lalu tertidur pulas karena wanginya dan luluhlah seluruh rasa letih dan penatnya. Dalam buku Journey to the Unseen ( Perjalanan ke Alam Gaib ) antara lain diceritakan keadaan kita mulai menghembuskan nafas yang terakhir. Tergantung orang saleh atau tidak, mereka mengalami sakaratul maut yang berbeda. Bagi orang saleh, mereka tidak mengalami sakaratul maut yang berkepanjangan sebagaimana orang fasik. Setelah itu kita dijemput para malaikat berangkat menuju Allah SWT. Bagi orang-orang yang baik, maka Allah memerintahkan : Tempatkanlah dia di ‘illiyyin. Dalam hadis disebutkan bahwa ruh yang meninggal itu masih bisa menyaksikan jenazahnya. Dia tahu siapa saja yang menandikannya. Dia menyaksikan orang-orang yang mengantarkannya. (Buku Memaknai Kematian oleh KH.Dr.Jalaluddin Rakhmat).

Ketika jenazah hendak dibawa pergi, ruh itu dipertemukan dengan seluruh kekayaan dan keluarganya. Ruh yang meninggal itu berkata : Dahulu aku mengumpulkan kamu dengan susah payah, sekarang apa yang kamu bekalkan di akhir hidupku ?. Kekayaan itu menjawab : Ambillah dariku kain kafanmu. Kemudian dipertemukan dengan malakut keluarganya. Dahulu aku pelihara kalian dengan susah payah. Aku mencintai dan menyayangi kalian. Apa yang kalian antarkan kepadaku pada perjalanan terakhir ini ?. Keluarganya berkata : Kuantarkan kamu pulang, dan akan aku injak-injak tanah di mana kamu dikuburkan. Kemudian ruh berjumpa dengan makhluk yang berwujud serba menarik. Setelah ditanya, siapa dia ?. Ternyata itulah jelmaan wujud amal saleh kita yang akan mengantarkan dalam perjalanan dialam akhirat. Jadi amal saleh kita itu akan menjadi mahluk yang indah dan harum. Kehadirannya saja sudah membuat kita bahagia.

Dalam hadis diterangkan, apabila seorang mukmin masuk ke dalam kubur, maka kuburan berkata : Selamat datang. Demi Allah sungguh dulu aku sangat mencintaimu ketika engkau berjalan di atas punggungku. Apatah lagi ketika engkau memasuki perutku. Sebentar lagi kamu akan menyaksikannya. Lalu dibukakanlah kepadanya kuburan itu seluas pandangan mata. Dibukakan baginya pintu untuk melihat surga. Setelah itu keluarlah orang yang belum pernah matanya menyaksikan yang lebih indah dari dia. Hai hamba Allah, belum pernah aku melihat yang lebih indah dari kamu. Orang itu menjawab : Aku adalah pikiranmu yang indah yang pernah engkau miliki dan amalmu yang saleh yang pernah engkau lakukan. Lalu ruhnya diambil dan diletakkan di surga di tempat ia menyaksikan rumahnya. Kemudian dikatakan kepadanya : Tidurlah dengan tentram. Tidak henti-hentinya hembusan surga mengenai tubuhnya yang dia rasakan kenikmatan keharumannya sampai dia dibangkitkan. Wallahualam.

Keluarga AF, semoga bermanfaat bagi kita semua, dan  untuk mengingatkan bahwa mati datangnya sewaktu-waktu, tidak memilih tempat, umur, dan keadaan bagaimanapun.

Wassalam