​Siapa Yang Diutamakan Antara Istri Dan Ibu Menurut Islam


Miris melihat keadaan yang menimpa orang-orang sekitar. Baik dari pihak laki-laki dan pihak perempuan. Di zaman modern seperti saat ini, banyak orang yang lupa akan apa yang menjadi kewajibannya dalam rumah tangga. Istri menguasai suami, Suami lupa akan Ibu yang mengandungnya. Suami lebih cinta Istri daripada orang tua. Istri menguasai harta suami dan lain sebagainya. Dengan keadaan seperti ini, bagaimana cara seorang suami menghadapi? Inilah Jawaban yang diberikan oleh Islam untuk kita semua.

Anak laki-laki harus taat kepada ibunya, bukan istrinya. Justru istrilah yang harus patuh pada suaminya. inilah kejadian sebenarnya, namun tidak untuk saat ini, banyak suami yang tidak ingat ibu dan lebih menurut kepada perintah istri “naudzubillah”. Kondisi seperti ini bisa dibilang suami gagal membangun rumah tangga yang sesuai dengan islam. Pada suatu hadist menerangkan bahwa saat sahabat bertanya kepada Rasulullah Sollallahu Alaihi Wassallam: “”Siapakah yang berhak terhadap seorang wanita?” Rasulullah menjawab, “Suaminya” (apabila sudah menikah). Aisyah Ra bertanya lagi, ”Siapakah yang berhak terhadap seorang laki-laki?” Rasulullah menjawab, “Ibunya” (HR. Muslim)”

Seorang sahabat, Jabir Ra menceritakan:

Suatu hari datang seorang laki-laki kepada Rasulullah Sollallahu Alaihi Wassallam, ia berkata, “Ya Rasulallah, saya memiliki harta dan anak, dan bagaimana jika bapak saya menginginkan (meminta) harta saya itu?

Rasulullah menjawab,

“Kamu dan harta kamu adalah milik ayahmu”. (HR. Ibnu Majah dan At- Thabrani).

Ini berarti apabila orang tua membutuhkan bantuan, maka kita tidak boleh menolak, apalagi sampai menyakiti perasaannya.

Jangan hanya karena kecantikan yang tiada tara dan atas nama cinta dari dalam lubuk hati yang terdalam Anda mengatakan bahwa tidak bisa hidup tanpa Istri Anda hingga melupakan Ibu Anda. dalam Alqur’an Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

“…dan hendaklah kamu bersyukur kepada-Ku dan kepada kedua orang tuamu” (QS. Luqman:14).

Kenapa harus bersyukur kepada orang tua? bukan kepada istri atau orang lain. Karena orang tualah yang membesarkan Anda dari kecil sampai punya Istri. Namun mengapa Anda terlena dengan wanita atau bahkan takut untuk mempertegas seorang Istri yang mengendalikan hidup Anda?

Demikian tinggi kedudukan orang tua terhadap anaknya, sampai-sampai Allah baru meridhai kita kalau orang tua ridha kepada kita. Sebaliknya, Allah akan marah kepada kita apabila kita menyia-nyiakan orang tua. Karena itu, janganlah seorang anak laki-laki mengorbankan orang tua demi istri, meskipun istri tersebut sangat cantik! Sebab berbakti kepada orang tua termasuk kewajiban pokok yang perintahnya digandeng dengan perintah beribadah kepada Allah,

“Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik baiknya” (QS. Al-Isra’:23).

Istri Jaman Sekarang Kebanyakan Bermusuhan Dengan Ibu Mertuanya Jika kita mau jujur, kita akan setuju dengan pernyataan tersebut. Bagi istri, ketemu dengan ibu mertua sama dengan ketemu Mak Lampir.Jenis istri seperti inilah yang jumlahnya seribu. Artinya, sebagian besar istri berperangai seperti itu.

Seorang suami yang bijak seharusnya bisa menuntun istrinya agar sadar dan mengerti bahwa seorang laki-laki meskipun sudah menikah, tapi masih punya kewajiban mengurus ibunya. Istri yang baik tidak akan melarang suaminya berbuat baik kepada orang tuanya.

Seyogyanya, seorang istri membantu suaminya dengan cara memberi dorongan dan peluang kepadanya untuk berbuat baik kepada orang tuanya.

Tidak perlu takut, kalau suami memberi uang kepada ibunya, lantas rejekinya istri akan berkurang. Yakinlah, dengan rahmat-Nya, Allah akan melipat gandakannya.

Dengan seperti itu,seorang istri akan mendapat pahala kebaikan pula. Sebaliknya, jika istri menghalang-halangi suami berniat baik, maka ia akan mendapat dosa. Dan begitu pula dengan sang suami yang lebih memperhatikan Istrinya daripada Ibunya maka pertanggung jawaban akan semakin berat dengan dua hal “Tidak Bisa Menjadi Suami Yang Dapat Memimpin Keluarga Yang Sejatinya Ada Pada Diri Seorang Laki-laki, Kedua Meninggalkan tanggung jawab untuk mengurus Ibu yang melahirkan”

Semoga Anda para suami bisa menjadi panutan anak yang Allah amanahkan, dan menjadi “IMAM” dalam keluarga untuk menjadikan keluarga yang Sakinah, Mawaddah, Warahmah. Dan untuk para “ISTRI”

jangan pernah merasa kasih sayang Suami Anda hilang karena Ibu, ingat lah pada diri Anda saat Anda menjadi Ibu dihari tua nanti, Anak Anda Lupa akan diri Anda akrena sikap Anda yang serakah untuk menguasai Suami. Kemudian penderitaan suami di alami oleh anak Anda, yang takut sama Istri, Saat sakit Anak Anda tidak mengurus Anda karena takut pada Istrinya, Apa yang akan Anda lakukan? mohon di renungkan kembali bagi para suami dan para Istri. (Berbagai sumber)